Sabtu, 29 September 2012


“Kumbang Hisap Madu part 1”
ini hari keberapa kalinya ada ujian akhir semester, seperti biasanya tiga puluh menit sebelum ujian dimulai Ari bersama Dewi selalu standbay di depan kelas ruang ujian, entah mereka belajar ataupun cerita-cerita yang nggak penting. Ari adalah seorang cewek yang tomboy tapi melankolis, kaya preman tapi polos, Dewi adalah seorang cewek yang cukup dewasa dia merupakan sahabat sekalipun dianggap kakak oleh Ari.
Sedang asiknya mereka berdua bercerita tiba-tiba datang dari arah selatan seorang cewek, Wati namnya, itu adalah kakak tingkat mereka yang sama-sama akan melaksanakan ujian dengan  mata kuliah yang sama. Ketiga cewek tersebut saling diskusi mengenai mata kuliah yang akan diujikan. Ditengah-tengah diskusi tersebut terdengar suara kreketetttt, ternyata suara pintu dibuka. Salah satu mahasiswa keluar dari ruangan ujian. Mahasiswa itu kemudian menghampiri mereka. Boy nama nya, Wati menyapanya, ternyata Boy adalah teman dari Wati satu daerah, kemudian Wati mengenalkan Boy kepada Ari dan Dewi.
Pada saat Boy berjabat tangan dengan Ari, Boy sambil mengatakan kita dah kenal khan lewat facebook,? Terus Ari menjawab eeeeee i..ya,, ya,,, dengan nada ragu karena Ari merasa belum mengenalinya.
Waktu menujukkan  pukul 14.00 WIB, waktunya mereka masuk ruangan untuk melaksanakan ujian, ternyata ujian kali ini open book jadi tidak ada beban mental bagi Ari dan teman-temannya. Sebelum waktu habis Ari telah selesai mengerjakan soal-soal ujian itu. Sepertinya biasanya setelah selesai Ari dan Dewi tidak langsung pulang tapi mereka duduk-duduk dulu bersama teman-teman yang lainnya untuk membahas ujian yang tadi dikerjakan. Setelah merreka puas dan merasa capek mereka pulang dengan jalan kaki maklum mereka berdua tidak difasilitasi motor untungnya mereka satu kosan.
Ditengah perjalanan mereka selalu bercerita, cerita yang nggak penting-penting. Tiba dikos mereka menuju kamar masing-masing. Karena capek setelah ujian menguras tenaga dan pikiran, Ari mencoba menghilangkan kepenatan dengan membuka facebook , kemudian Ari teringat dengan Boy yang tadi kenalan di Kampus yang katanya udah kenal di facebook, Ari mencoba mencari Boy di facebooknya ternyata benar memang mereka sudah berteman. Ari kemdian mengirim pesan di fb nya. Mulai dari facebook Ari mulia sedikit kenal dengan Boy. Mereka sering chat.
Musim ujian pun telah usai kini waktunya untuk mudik. Sehari sebelum mudik Ari dan Boy malamnya chat, boy memberikan no hp kepada Ari, dan mererka saling tukeran no hp. Pagi pun tiba Ari dan Dewi mudik bersama, mereka mudik menggunakan Bus. Ditengah perjalanan pulang tiba-tiba hp ari bergetar ternyata ada sms dari Boy, disitu mereka smsan.
Liburan telah dimulai, liburan yang membosankan mulai melanda Ari, tapi dengan ditemaninya sms dari Boy sedikit mengurangi kesepian dalam harinya. Dalam hal ini Ari masih menganggap biasa dengan Boy karena Ari menganggap itu sebagai teman. Smsan itu terus berlanjut hingga sampai waktu masuk kuliah tiba, mungkin mereka berdua memanfaatkan ini untuk mengisi kekosongan karena mereka berdua sama-sama jomblo, Ari yang baru saja dikhianati dengan dibohongi dan Boy yang menjomblo karena sang kekasih menduakkan dirinya dan kembali dengan mantannya.
Hingga suatu saat Boy main ke kos Ari, disitiu posisi mereka masih berteman dan belum ada perasaan diantara mereka, tapi entah kenapa Ari lama kelamaan mulai menaruh hati ke Boy, dia merasa Boy menyayangi dia. Hubungan mererka semakin dekat dan Ari pun semakin menyayangi Boy. Tapi Ari tak mampu mengunggkapkan perasaannya kepada Boy karena Ari takut kalau Boy tidak menyukainya dan ini semua akan menghancurkan pertemanan mereka dan kedekatan mereka. Ari hanya bisa memendam perasaan ini tanpa boy tau perasaan Ari.
Pada suatu moment dimana momen yang tak pernah terduga oleh Ari. Entah apa yang ada dipikiran Boy saat meraka berdua bersama, Boy mencium Ari. Dalam hal ini Ari pun tak bisa menolaknya karena pada waktu itu posisi Ari menyayangi Boy. Dalam benak Ari setelah kejadian itu Boy akan mengunggapkan perasaannya kepadanya. Peristiwa ini tidak bisa dilupakan oleh Ari.
Ari masih menunggu Boy untuk mengungkapkan peerasaannya, karena Ari yakin 100% Boy juga memiliki perasaan yang sama dengan Ari. Namun Ari tetap menunggu, menunggu dan menunggu setelah kejadian tersebut. Boy tak kunjung mengungkapkan perasaannya. Ari merasa sedih, dia merasa bahwa dirinya diganntungkan oleh Boy. Tanpa punya dosa Boy juga tidak pernah membahas kejadian itu, dan Boy seperti tak  merasa jika pernah terjadi peristiwa itu.
Ari tetap bersabar menunggu kapan Boy mengungkapkan perasaannya, meskipun sakit yang dirasa Ari tapi semua itu terkalahkan oleh begitu besarnya rasa sayangnya kepada Boy.

Ida Faridah
April 2011