“Kumbang
Hisap Madu part 1”
ini hari keberapa kalinya ada
ujian akhir semester, seperti biasanya tiga puluh menit sebelum ujian dimulai
Ari bersama Dewi selalu standbay di depan kelas ruang ujian, entah mereka
belajar ataupun cerita-cerita yang nggak penting. Ari adalah seorang cewek yang
tomboy tapi melankolis, kaya preman tapi polos, Dewi adalah seorang cewek yang
cukup dewasa dia merupakan sahabat sekalipun dianggap kakak oleh Ari.
Sedang asiknya mereka
berdua bercerita tiba-tiba datang dari arah selatan seorang cewek, Wati namnya,
itu adalah kakak tingkat mereka yang sama-sama akan melaksanakan ujian
dengan mata kuliah yang sama. Ketiga cewek
tersebut saling diskusi mengenai mata kuliah yang akan diujikan.
Ditengah-tengah diskusi tersebut terdengar suara kreketetttt, ternyata suara
pintu dibuka. Salah satu mahasiswa keluar dari ruangan ujian. Mahasiswa itu
kemudian menghampiri mereka. Boy nama nya, Wati menyapanya, ternyata Boy adalah
teman dari Wati satu daerah, kemudian Wati mengenalkan Boy kepada Ari dan Dewi.
Pada saat Boy berjabat
tangan dengan Ari, Boy sambil mengatakan kita dah kenal khan lewat facebook,? Terus Ari menjawab eeeeee
i..ya,, ya,,, dengan nada ragu karena Ari merasa belum mengenalinya.
Waktu menujukkan pukul 14.00 WIB, waktunya mereka masuk
ruangan untuk melaksanakan ujian, ternyata ujian kali ini open book jadi tidak
ada beban mental bagi Ari dan teman-temannya. Sebelum waktu habis Ari telah
selesai mengerjakan soal-soal ujian itu. Sepertinya biasanya setelah selesai
Ari dan Dewi tidak langsung pulang tapi mereka duduk-duduk dulu bersama
teman-teman yang lainnya untuk membahas ujian yang tadi dikerjakan. Setelah
merreka puas dan merasa capek mereka pulang dengan jalan kaki maklum mereka
berdua tidak difasilitasi motor untungnya mereka satu kosan.
Ditengah perjalanan mereka
selalu bercerita, cerita yang nggak penting-penting. Tiba dikos mereka menuju
kamar masing-masing. Karena capek setelah ujian menguras tenaga dan pikiran,
Ari mencoba menghilangkan kepenatan dengan membuka facebook , kemudian Ari teringat dengan Boy yang tadi kenalan di
Kampus yang katanya udah kenal di facebook,
Ari mencoba mencari Boy di facebooknya ternyata
benar memang mereka sudah berteman. Ari kemdian mengirim pesan di fb nya. Mulai
dari facebook Ari mulia sedikit kenal
dengan Boy. Mereka sering chat.
Musim ujian pun telah usai
kini waktunya untuk mudik. Sehari sebelum mudik Ari dan Boy malamnya chat, boy
memberikan no hp kepada Ari, dan mererka saling tukeran no hp. Pagi pun tiba
Ari dan Dewi mudik bersama, mereka mudik menggunakan Bus. Ditengah perjalanan
pulang tiba-tiba hp ari bergetar ternyata ada sms dari Boy, disitu mereka
smsan.
Liburan telah dimulai,
liburan yang membosankan mulai melanda Ari, tapi dengan ditemaninya sms dari
Boy sedikit mengurangi kesepian dalam harinya. Dalam hal ini Ari masih
menganggap biasa dengan Boy karena Ari menganggap itu sebagai teman. Smsan itu
terus berlanjut hingga sampai waktu masuk kuliah tiba, mungkin mereka berdua
memanfaatkan ini untuk mengisi kekosongan karena mereka berdua sama-sama
jomblo, Ari yang baru saja dikhianati dengan dibohongi dan Boy yang menjomblo
karena sang kekasih menduakkan dirinya dan kembali dengan mantannya.
Hingga suatu saat Boy main
ke kos Ari, disitiu posisi mereka masih berteman dan belum ada perasaan
diantara mereka, tapi entah kenapa Ari lama kelamaan mulai menaruh hati ke Boy,
dia merasa Boy menyayangi dia. Hubungan mererka semakin dekat dan Ari pun
semakin menyayangi Boy. Tapi Ari tak mampu mengunggkapkan perasaannya kepada
Boy karena Ari takut kalau Boy tidak menyukainya dan ini semua akan
menghancurkan pertemanan mereka dan kedekatan mereka. Ari hanya bisa memendam
perasaan ini tanpa boy tau perasaan Ari.
Pada suatu moment dimana
momen yang tak pernah terduga oleh Ari. Entah apa yang ada dipikiran Boy saat
meraka berdua bersama, Boy mencium Ari. Dalam hal ini Ari pun tak bisa
menolaknya karena pada waktu itu posisi Ari menyayangi Boy. Dalam benak Ari
setelah kejadian itu Boy akan mengunggapkan perasaannya kepadanya. Peristiwa ini
tidak bisa dilupakan oleh Ari.
Ari masih menunggu Boy
untuk mengungkapkan peerasaannya, karena Ari yakin 100% Boy juga memiliki
perasaan yang sama dengan Ari. Namun Ari tetap menunggu, menunggu dan menunggu
setelah kejadian tersebut. Boy tak kunjung mengungkapkan perasaannya. Ari
merasa sedih, dia merasa bahwa dirinya diganntungkan oleh Boy. Tanpa punya dosa
Boy juga tidak pernah membahas kejadian itu, dan Boy seperti tak merasa jika pernah terjadi peristiwa itu.
Ari tetap bersabar menunggu
kapan Boy mengungkapkan perasaannya, meskipun sakit yang dirasa Ari tapi semua
itu terkalahkan oleh begitu besarnya rasa sayangnya kepada Boy.
Ida
Faridah
April
2011