Sabtu, 08 Maret 2014

Sejenak aku terpaku untuk memandangi bayang semu akan dirimu genangan air yang ku rasa sebagai cermin hati akan mampu ku belah karena ia menampakan kejujuran, Buruk rupa ku, hingga ku pecahkan beriak air yang bercerita tentang keadaan mereka bercerita tentang engkau karena semua tentang engkau adalah terpuja oleh siapa-siapa yang memandangimu hingga aku mengikuti mereka untuk setiap waktu menuliskan syair untuk kulantunkan agar kau berikan aku celah itu
Setelah apa-apa yang ku korbankan tak berubah hasil kupaksakan langkahku untuk menyusuri setiap lorong dalam fikirmu, dan akan selalu ku goreskan segala rasa yang menghimpit jiwa ku, agar selamanya abadi dan terkenang walau goresan itu akan berlumut dan semakin tua
kau adalah ruh yang akan hidup dalam khayalanku,
wahai engkau yang selalu ku harap
ku bertanya tentang apa yang ada di dalam nurani dan apa yang ada diantara lipatan-lipatan otak yang terlalu berbelit

ku pastikan bahwa jiwa ku adalah gundahan karena kau berpaling dari rindu ku