Sejenak aku terpaku untuk memandangi bayang semu akan dirimu
genangan air yang ku rasa sebagai cermin hati akan mampu ku belah karena ia
menampakan kejujuran, Buruk rupa ku, hingga ku pecahkan beriak air yang
bercerita tentang keadaan mereka bercerita tentang engkau karena semua tentang
engkau adalah terpuja oleh siapa-siapa yang memandangimu hingga aku mengikuti
mereka untuk setiap waktu menuliskan syair untuk kulantunkan agar kau berikan
aku celah itu
Setelah apa-apa yang ku korbankan tak berubah hasil
kupaksakan langkahku untuk menyusuri setiap lorong dalam fikirmu, dan akan
selalu ku goreskan segala rasa yang menghimpit jiwa ku, agar selamanya abadi
dan terkenang walau goresan itu akan berlumut dan semakin tua
kau adalah ruh yang akan hidup dalam khayalanku,
wahai engkau yang selalu ku harap
ku bertanya tentang apa yang ada di dalam nurani dan apa
yang ada diantara lipatan-lipatan otak yang terlalu berbelit
ku pastikan bahwa jiwa ku adalah gundahan karena kau
berpaling dari rindu ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar