Senin, 08 Oktober 2012


“Kumbang Hisap Madu Part 2”
Rutinitas sehariannya adalah menulis, menulis, menulis, entah apa yang ditulis pasti tentang perasaan dirinya sendiri. Ari memang selalu menuliskan isi hatinya di sebuah kertas entah itu pada waktu kuliah, atau pun ketika malam hari. Ari tetap bersabar menunggu tentang misterius si Boy yang tak pernah ungkapkan perasaannya. Pikirannyapun mulai kacau akan keadaannya yang seolah digantungkan.
Perlahan setelah kejadian yang tak terduga itu, Boy mulai menjauhi Ari. Boy menjauh tanpa sebab yang tak diketahui oleh Ari. Boy tak pernah lagi sms, maen ke kost. Boy seolah-olah menghilang dari Ari. Tapi karena Ari wanita yang kuat dia tetap bisa bertahan menunggu Boy.
Ari tak pernah bisa membohongi perasaannya, meskipun dia tersenyum bersama teman-temannya namun hatinya menangis merindukan sosok Boy kembali. Perkuliahan pun mulai tak diperhatikannya, karena pikiran Ari selalu tertuju pada Boy. Ari tetap sabar dan dia tetap menyayangi Boy, tiap hari ia selalu berusaha menghubungi Boy, perhatian selau diberikannya. Meskipun jawaban dari Boy itu cukup singkat bahkan kadang tidak dibalas.
Berbulan –bulan Boy menjauhi Ari. Tetapi Ari tak pernah merasa benci kepada Boy, karena benci itu tertutup oleh sayang dan cintanya. Ari selalu berusaha untuk tetap mendekati si Boy. Ari tak peduli kalau Boy menggap dirinya sebagai cewek yang aneh.
Handphon ari pun bergetar ternyata ada sms dari Boy, sebelum Ari membukanya Ari sudah merasa senang karena Ari telah lama menanti-nanti Boy kembali. Dengan muka berseri-seri Aripun membuka pesan tersebut ternyata pesan itu hanya berisikan, Adx maafin kakak. Cuma tiga kata yang penuh banyak makna yang mampu membuat ari menitikan air mata dipipi. Ari hanya terbengong bukan kata maaf yang Ari tunggu dari Boy tapi handirnya sosok Boy dalam kehidupannya kembali.
Ari tak pernah sedikitpun mempunyai rasa marah, benci, dendam kepada Boy. Maaf itu selalu ada untuk Boy, dimata Ari Boy itu tak pernah salah, Ari selalu menggangap dirinya yang bersalah sehingga membuat Boy menjauhi dirinya.
Hingga suatu saat Ari mulai mengatahui bahwa Boy mulai mendekati cewek lain. Dan Ari berpikiran bahwa Boy menjauh Ari karena ada Wanita lain. Tapi Ari selalu berpura-pura bahwa dia tidak mengetahuinya. Ari tetap tidak pernah menyerah dan bosan-bosannya untuk selalu menghubungi Boy.
Sungguh besarnya rasa cinta dan sayangnya kepada Boy, membuatnya Ari menutup hatinya untuk cowok lain. Suatu ketika ada seorang cowok yang menyukainya tapi dia tak pernah menanggapi cowok trsebut, sikap Ari terlalu dingin untuk cowok-cowok yang mulai mendekatinya. Hingga cowok-cowok tersebut lelah dengan sendirinya karena tidak kuat dengan sikap Ari yang terlalu dingin. Dalam hal ini sebenarnya Ari takut untuk mengenal cowok lebih banyak.
Tiap malam hanya berteman sepi dan kabut-kabut malam yang selalu menghiasi malamnya. Kegiatan yang sering dilakukannya ketika dirinya meridukan sesosok Boy dia hanya mampu menuliskan dalam sebuah kata-kata. Pekerjaan sehari-harinya hanyalah menulis,menulis,menulis dan menulis.
Duduk termenung itulah kesehariannya dengan menunggu sosok Boy kembali.

Ida Faridah
November 2011  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar