“Kumbang
Hisap Madu Part 2”
Rutinitas
sehariannya adalah menulis, menulis, menulis, entah apa yang ditulis pasti
tentang perasaan dirinya sendiri. Ari memang selalu menuliskan isi hatinya di
sebuah kertas entah itu pada waktu kuliah, atau pun ketika malam hari. Ari
tetap bersabar menunggu tentang misterius si Boy yang tak pernah ungkapkan
perasaannya. Pikirannyapun mulai kacau akan keadaannya yang seolah
digantungkan.
Perlahan
setelah kejadian yang tak terduga itu, Boy mulai menjauhi Ari. Boy menjauh
tanpa sebab yang tak diketahui oleh Ari. Boy tak pernah lagi sms, maen ke kost.
Boy seolah-olah menghilang dari Ari. Tapi karena Ari wanita yang kuat dia tetap
bisa bertahan menunggu Boy.
Ari
tak pernah bisa membohongi perasaannya, meskipun dia tersenyum bersama
teman-temannya namun hatinya menangis merindukan sosok Boy kembali. Perkuliahan
pun mulai tak diperhatikannya, karena pikiran Ari selalu tertuju pada Boy. Ari
tetap sabar dan dia tetap menyayangi Boy, tiap hari ia selalu berusaha
menghubungi Boy, perhatian selau diberikannya. Meskipun jawaban dari Boy itu
cukup singkat bahkan kadang tidak dibalas.
Berbulan
–bulan Boy menjauhi Ari. Tetapi Ari tak pernah merasa benci kepada Boy, karena
benci itu tertutup oleh sayang dan cintanya. Ari selalu berusaha untuk tetap
mendekati si Boy. Ari tak peduli kalau Boy menggap dirinya sebagai cewek yang
aneh.
Handphon
ari pun bergetar ternyata ada sms dari Boy, sebelum Ari membukanya Ari sudah
merasa senang karena Ari telah lama menanti-nanti Boy kembali. Dengan muka
berseri-seri Aripun membuka pesan tersebut ternyata pesan itu hanya berisikan,
Adx maafin kakak. Cuma tiga kata yang penuh banyak makna yang mampu membuat ari
menitikan air mata dipipi. Ari hanya terbengong bukan kata maaf yang Ari tunggu
dari Boy tapi handirnya sosok Boy dalam kehidupannya kembali.
Ari
tak pernah sedikitpun mempunyai rasa marah, benci, dendam kepada Boy. Maaf itu
selalu ada untuk Boy, dimata Ari Boy itu tak pernah salah, Ari selalu
menggangap dirinya yang bersalah sehingga membuat Boy menjauhi dirinya.
Hingga
suatu saat Ari mulai mengatahui bahwa Boy mulai mendekati cewek lain. Dan Ari
berpikiran bahwa Boy menjauh Ari karena ada Wanita lain. Tapi Ari selalu
berpura-pura bahwa dia tidak mengetahuinya. Ari tetap tidak pernah menyerah dan
bosan-bosannya untuk selalu menghubungi Boy.
Sungguh
besarnya rasa cinta dan sayangnya kepada Boy, membuatnya Ari menutup hatinya
untuk cowok lain. Suatu ketika ada seorang cowok yang menyukainya tapi dia tak
pernah menanggapi cowok trsebut, sikap Ari terlalu dingin untuk cowok-cowok
yang mulai mendekatinya. Hingga cowok-cowok tersebut lelah dengan sendirinya
karena tidak kuat dengan sikap Ari yang terlalu dingin. Dalam hal ini
sebenarnya Ari takut untuk mengenal cowok lebih banyak.
Tiap
malam hanya berteman sepi dan kabut-kabut malam yang selalu menghiasi malamnya.
Kegiatan yang sering dilakukannya ketika dirinya meridukan sesosok Boy dia
hanya mampu menuliskan dalam sebuah kata-kata. Pekerjaan sehari-harinya
hanyalah menulis,menulis,menulis dan menulis.
Duduk
termenung itulah kesehariannya dengan menunggu sosok Boy kembali.
Ida
Faridah
November
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar